Hidup kadang memiliki cara sendiri untuk menyusun struktur organisasi.
Cerita ketiga adalah death. Pengalaman menghadapi kanker membuat Jobs semakin sadar bahwa waktu manusia terbatas. Karena itu terlalu mahal apabila seluruh hidup hanya digunakan untuk memenuhi ekspektasi orang lain.
Dari tiga cerita tersebut muncul satu benang merah: ikuti rasa ingin tahu, jangan takut kehilangan, dan jangan menganggap hidup harus selalu mengikuti jalan yang sudah dibuat orang lain.
Stay Hungry: Jangan Merasa Sudah Sampai
Stay Hungry bukan perintah untuk menjadi manusia yang tidak pernah puas. Maknanya justru lebih dalam: jangan kehilangan rasa ingin tahu. Selalu merasa ada sesuatu yang belum kita pahami, belum kita kuasai, atau masih dapat diperbaiki.
Di sinilah pemikiran Joseph Schumpeter menjadi relevan. Schumpeter melihat kemajuan ekonomi bergerak melalui creative destruction: inovasi menciptakan sesuatu yang baru sekaligus menggusur cara lama. Kamera digital menggantikan film. Smartphone menggantikan banyak fungsi kamera, peta, kalkulator, pemutar musik, bahkan kantor cabang bank. Yang menarik, musuh inovasi sering bukan kebodohan.
Musuhnya justru keberhasilan masa lalu. Ketika sebuah organisasi berhasil, muncul satu kalimat yang sangat nyaman: “Selama ini juga jalan.” Benar. Masalahnya, banyak jalan lama tetap bisa dilewati sampai suatu pagi kita sadar bahwa orang lain sudah membangun jalan tol.
James March membedakan antara exploitation dan exploration. Exploitation berarti melakukan sesuatu yang sudah diketahui dengan semakin efisien. Exploration berarti mencari sesuatu yang belum diketahui.
Indonesia memerlukan keduanya. Kita harus efisien menjalankan apa yang sudah baik, tetapi juga harus terus bertanya apakah yang sedang kita lakukan masih relevan.










