Kelima, hubungkan pengalaman dengan keberanian generasi baru. Indonesia tidak perlu memilih antara senior dan junior. Yang senior membawa pengalaman dan memori kelembagaan. Yang muda membawa teknologi, energi, serta pertanyaan-pertanyaan baru. Yang berbahaya bukan usia. Yang berbahaya adalah saat seseorang—muda maupun tua—merasa sudah tidak perlu belajar lagi.
Indonesia Emas Membutuhkan Bangsa yang Belum Merasa Selesai
Menuju 2045, Indonesia mungkin tidak kekurangan visi. Visinya sudah cukup banyak. Dokumennya juga cukup tebal. Yang harus kita jaga adalah rasa lapar nasional.
Lapar untuk meningkatkan produktivitas.
Lapar untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Lapar untuk membangun industri yang lebih kompleks.
Lapar untuk membuat sekolah semakin baik.
Lapar untuk menyederhanakan birokrasi.
Lapar untuk membuat pelayanan publik lebih manusiawi.
Dan kita perlu sedikit keberanian untuk menjadi foolish. Berani mengakui:
“Saya belum tahu.” Lalu menambahkan: “Mari kita cari.”
Dua kalimat itu mungkin terdengar kurang meyakinkan dalam sebuah rapat yang penuh pejabat dan pakar. Tetapi seluruh ilmu pengetahuan sebenarnya dimulai dari sana. Sebuah bangsa tidak menjadi tua hanya karena usia penduduknya meningkat. Bangsa mulai benar-benar tua ketika ia berhenti penasaran.
Karena itu, pesan dari sebuah katalog sederhana tahun 1970-an yang kemudian dibawa Steve Jobs ke Stanford masih sangat relevan bagi perjalanan Indonesia hari ini: Stay Hungry. Stay Foolish.
Tetaplah lapar terhadap kemajuan.
Tetap rendah hati untuk merasa belum tahu.
Tetap berani mencoba sesuatu yang baru.
Dan kalau sesekali gagasan baru dianggap terlalu aneh, terlalu ambisius, atau sedikit “bodoh”, tidak perlu terlalu cemas. Banyak perubahan besar memang selalu terlihat tidak masuk akal pada awalnya.
Sampai perubahan itu berhasil. Setelah berhasil, biasanya akan muncul cukup banyak orang yang berkata: “Sebenarnya, dari dulu saya juga sudah kepikiran.”
Dirgahayu ke 81 Negaraku Tercinta, Indonesia. Tanah ku yang kucintai. Engkau kuhargai Aku selalu bangga, kan terus berjuang untuk Indonesia Emas 2045. (LDT)










