Jeffrey Winters’ The Blind Spot dalam Konteks Indonesia: Apa Pelajarannya bagi Indonesia Emas 2045? (1-3)

Untuk 2030–2045, reformasinya harus lebih mendasar. Sistem pajak perlu semakin sederhana dan progresif, sementara ekonomi diarahkan menuju productive capitalism: perusahaan besar tetap diperlukan, tetapi mereka harus tumbuh karena inovasi, produktivitas, dan daya saing, bukan terutama karena akses khusus terhadap izin dan kebijakan. Demokrasi juga membutuhkan kekuatan penyeimbang melalui pers independen, universitas, think tank, serikat pekerja, masyarakat sipil, serta partisipasi warga yang lebih luas. Demokrasi tentu terlalu berharga bila tugas warga hanya datang ke TPS lima tahun sekali, lalu menyerahkan seluruh urusan berikutnya kepada mereka yang mempunyai akses dan dompet lebih tebal.

BACA JUGA:  OJK Delegasikan Wewenang Perizinan Pasar Modal ke Daerah

Terakhir, Indonesia perlu mulai memantau konsentrasi kekayaan dan risiko policy capture sebagai bagian dari indikator pembangunan, tidak hanya pertumbuhan, kemiskinan, dan Rasio Gini. Inilah makna Politics of Preparation dari Winters: reformasi harus dipersiapkan sebelum krisis membuka kesempatan. Indonesia Emas 2045 bukan hanya membutuhkan ekonomi yang besar, tetapi juga institusi yang cukup kuat untuk memastikan bahwa semakin besarnya kekayaan tidak otomatis berarti semakin besarnya kekuasaan politik.

Pada akhirnya, pesan The Blind Spot bukanlah bahwa kekayaan merupakan musuh demokrasi. Kekayaan adalah bagian penting dari kemajuan. Investasi, inovasi dan kewirausahaan membutuhkan insentif dan penghargaan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Ilegal Golden Eagle International – UNDP

Tetapi demokrasi mempunyai tugas yang berbeda: memastikan bahwa hak untuk menjadi sangat kaya tidak pernah berubah menjadi hak untuk mempunyai kekuasaan politik yang jauh lebih besar daripada warga negara lainnya.

Indonesia Emas 2045 karena itu seharusnya tidak hanya bertanya: seberapa kaya Indonesia dua puluh tahun mendatang?
Kita juga perlu bertanya: Indonesia seperti apa yang terbentuk ketika kita menjadi kaya?

Apabila pertumbuhan menghasilkan masyarakat yang lebih produktif, mobilitas sosial yang lebih tinggi, kelas menengah yang kuat, perusahaan nasional yang inovatif, negara yang mampu menegakkan aturan secara setara, serta demokrasi yang tidak mudah dibeli oleh kekayaan, maka Indonesia tidak hanya menjadi negara maju.

BACA JUGA:  Menperin Ajak Kawasan Industri Bertransformasi Hadapi Persaingan Investasi Global

Indonesia akan menjadi negara maju yang adil.
Dan mungkin justru kata terakhir itulah yang menentukan apakah Indonesia Emas 2045 benar-benar layak disebut “Emas”.

Jakarta, 20 Agustus 2026
LDT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *