OPINI: Belajar dari Phu Quoc, Mengapa Vietnam Bisa Menjadi Kiblat Pariwisata Baru dan Apa yang Harus Dipelajari Indonesia?

Mohd Rizky, S.Kom., M.M. Alumnus Pascasarjana Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Risiko, Universitas Diponegoro.
Mohd Rizky, S.Kom., M.M. Alumnus Pascasarjana Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Risiko, Universitas Diponegoro.

Perbandingan Indonesia dengan Vietnam dalam Manajemen Risiko
Jika kita membandingkan dengan Indonesia, perbedaan fundamental terletak pada filosofi eksekusi. Vietnam menerapkan state-led capitalism yang sangat terpusat. Ketika pemerintah memberikan mandat, swasta bergerak serentak tanpa hambatan regulasi yang berarti. Ini menciptakan kecepatan linear yang sangat masif.

Di Indonesia, kita memiliki keberagaman yang jauh lebih kaya dan eksotis, dari keragaman budaya hingga bentang alam yang tak tertandingi, namun kita terjebak dalam desentralisasi yang belum sepenuhnya terharmonisasi.

Peta politik kita yang dinamis, meski sehat bagi demokrasi, sering kali melahirkan policy fatigue atau kelelahan kebijakan, di mana setiap pergantian kepemimpinan sering membawa revisi total pada agenda pembangunan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OPINI: Mengurai Sengkarut Aturan Free Float: Mengapa Standar MSCI Harus Jadi Alarm bagi Regulator?

Indonesia adalah sebuah kapal besar yang sulit bermanuver di tengah arus kencang, sedangkan Vietnam adalah speedboat yang lincah karena arahnya sudah ditentukan sejak awal oleh komando pusat.

Terkait dengan pengembangan kawasan wisata, terdapat risiko monopoli yang sangat bergantung pada pemain besar seperti VinGroup dan SunGroup. Indonesia harus mendiversifikasi pemain, meskipun ada keterlibatan swasta besar, ekosistem tetap memiliki ruang bagi UMKM untuk tumbuh secara organik dan berkelanjutan.

Risiko gentrifikasi sosial akibat pertumbuhan infrastruktur yang pesat sering kali menciptakan enclave kawasan eksklusif yang memisahkan wisatawan dari realitas masyarakat lokal. Risiko terbesar di sini adalah sosial displasemen, di mana penduduk asli hanya menjadi penonton di rumah mereka sendiri.

BACA JUGA:  Pertamina Tambah Pasokan BBM di Sumbar, Pastikan Distribusi Tetap Aman Tanpa Pengurangan Kuota

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *