Oleh:
Mohd. Rizky, S.Kom., M.M.,
Alumnus Pascasarjana Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Risiko Universitas Diponegoro
Transformasi Phu Quoc dan Ambisi Vietnam Menjadi Raksasa Pariwisata Dunia
Perjalanan saya ke Phu Quoc minggu lalu membuka ruang refleksi terkait pola pengembangan destinasi wisata di Indonesia. Selain melihat kemegahan taman hiburan dan resor modern, saya melihat adanya pola pembangunan yang sangat terstruktur dalam mewujudkan ambisi nasional mereka.
Vietnam tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi berhasil mengonstruksi ekosistem pariwisata yang menyeluruh, di mana sinergi antara pemerintah dan sektor swasta berjalan selaras demi mencapai target ekonomi yang berkelanjutan.
Vietnam tidak sekadar membangun tempat wisata, mereka sedang membangun sebuah identitas ekonomi baru di mana pariwisata bertransformasi menjadi lokomotif utama yang dipacu dengan kecepatan tinggi.
Sementara kita di Indonesia masih bergelut dengan diskusi panjang mengenai koordinasi antar-lembaga dan birokrasi yang berlapis, Vietnam dengan sistem partai tunggalnya, Communist Party of Vietnam (CPV) telah melompati fase keraguan itu.
Mereka memadukan upaya konsolidasi lahan dengan cara penegakan aturan lahan dan memberikan insentif ekonomi masyarakat setempat, menarik investasi swasta besar-besaran, dan mengeksekusi rencana induk infrastruktur dengan tingkat kepastian hukum yang sangat tinggi.










