Wagub Nyanyang Haris Pratamura Turun ke Sawah Natuna, Dorong Petani Naik Kelas dan Ekonomi Tumbuh

Panen raya di Bunguran Batubi akhirnya bukan sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan dapat dimulai dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat: sawah.

Ada 9,5 hektare lahan yang masih dapat dioptimalkan. Ada produktivitas yang masih bisa dinaikkan dari sekitar 2,5 ton menuju 3–3,5 ton per hektare. Ada irigasi yang mulai diperkuat. Dan ada petani yang membutuhkan dukungan agar potensi tersebut benar-benar berubah menjadi pendapatan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh mata rantai itu tersambung. Sebab, produksi yang meningkat tanpa pasar yang kuat tidak akan cukup. Infrastruktur tanpa pendampingan juga tidak akan maksimal. Begitu pula teknologi tanpa kemampuan petani untuk menggunakannya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Bank Indonesia Sebut Cadangan Devisa RI Capai US$ 157,1 Miliar di Maret 2025

Di situlah sinergi pemerintah daerah, legislatif, HKTI, penyuluh dan kelompok tani menjadi penting.

Kehadiran Nyanyang bersama Wakil Bupati Natuna dan Anggota DPRD Kepri di tengah lahan pertanian menjadi simbol bahwa pembangunan pertanian membutuhkan kerja bersama. Dari sawah Bunguran Batubi, Natuna sedang memperlihatkan bahwa ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi sebenarnya berjalan di jalur yang sama.

Ketika petani mampu meningkatkan produktivitas, ketika hasil panen memiliki pasar, dan ketika lahan pertanian terus berkembang, yang tumbuh bukan hanya tanaman padi. Yang ikut tumbuh adalah ekonomi masyarakat dan kemandirian pangan daerah perbatasan. (Iman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *