Wagub Nyanyang Haris Pratamura Turun ke Sawah Natuna, Dorong Petani Naik Kelas dan Ekonomi Tumbuh

Potensi itu menjadi penting jika dikaitkan dengan kebutuhan pangan daerah. Namun, petani masih berhadapan dengan sejumlah tantangan. Musim kemarau dan serangan hama menjadi persoalan yang dapat menekan produktivitas. Dalam kondisi seperti itu, peningkatan produksi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan konvensional semata.

Irigasi perlu diperkuat. Penyuluhan harus berjalan. Pengendalian hama harus lebih efektif. Teknologi pertanian perlu diperkenalkan sesuai kebutuhan petani.

“ Kita melihat potensi lahan di sini cukup baik. Tinggal bagaimana irigasi, pendampingan, pengendalian hama dan penggunaan teknologi pertanian terus diperkuat sehingga hasil panen petani bisa meningkat,” kata Nyanyang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BP Batam Tingkatkan Jalan Gajah Mada, Landing Point Fly Over Sei Ladi menuju Laluan Madani

Bagi Natuna, cerita tentang pertanian memiliki dimensi yang lebih besar. Wilayah ini bukan hanya salah satu daerah di Kepri, tetapi juga berada di kawasan strategis perbatasan. Karena itu, kemampuan daerah memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri menjadi bagian dari agenda kemandirian ekonomi.

Pertanian yang produktif berarti menciptakan aktivitas ekonomi dari hulu hingga hilir. Petani membutuhkan benih, pupuk dan teknologi. Hasil panen membutuhkan pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Pada saat yang sama, peningkatan produksi membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas perdagangan dan usaha lainnya.

Karena itu, Nyanyang yang juga memimpin HKTI Kepri menegaskan organisasi petani tersebut akan terus mendorong penguatan kapasitas petani Natuna.

BACA JUGA:  Wagub Kepri Nyanyang Kunjungi Natuna, Fokus Perkuat Pembangunan Wilayah Perbatasan

“HKTI tentu akan terus mendorong bagaimana petani mendapatkan pendampingan, akses teknologi, peningkatan produksi dan pemasaran. Kita ingin pertanian di Kepri semakin maju dan petaninya semakin sejahtera,” tegasnya.

Pesan itu menjadi penting karena tantangan pertanian hari ini bukan lagi sekadar bagaimana menanam, tetapi bagaimana menghasilkan produk yang lebih banyak, lebih efisien, memiliki pasar dan memberikan keuntungan yang layak bagi petani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *