Telkom Perkuat Bisnis Data Center, Kapasitas Cikarang dan Batam Jadi Andalan

Data Center Cikarang Fully Leased

Veranita mengatakan permintaan terhadap fasilitas hyperscale Telkom masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Data center Telkom di Cikarang saat ini memiliki kapasitas efektif 15,5 MW dengan tingkat okupansi mencapai 96 persen. Secara keseluruhan, kapasitas tersebut telah fully leased, termasuk kapasitas yang masih dalam tahap pengembangan.

“Cikarang data center memiliki kapasitas efektif 15,5 MW dengan okupansi 96 persen. Dan secara keseluruhan telah fully leased termasuk kapasitas yang masih dalam pengembangan,” katanya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Romantisme Senja dan Aroma BBQ di Harris Nagoya Batam: Inilah “Charcoal & Chill”

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Telkom akan terus menambah kapasitas data center Cikarang.

Tahap pertama ditargetkan mencapai 21,5 MW, sedangkan pembangunan tahap kedua direncanakan mulai pada 2027.

“Kedepannya kami terus menambah kapasitas secara disiplin, Cikarang tahap satu akan mencapai 21,5 MW, sementara tahap dua direncanakan mulai pada 2027,” tutur Veranita.

Selain Cikarang, Telkom juga menyiapkan pengembangan data center di Batam.

Batam Data Center memiliki kapasitas awal 6 MW dan ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026. Selanjutnya, kapasitas tahap pertama Batam ditargetkan mencapai 18 MW pada 2027.

Dari sisi kapasitas, total kapasitas efektif data center Telkom Group saat ini mencapai 49,9 MW.

BACA JUGA:  Bang Nyanyang Pastikan Perhatian Pemerintah untuk Masyarakat Kepulauan

Pelanggan Telkom Data Ecosystem mencakup global cloud providers, institusi keuangan, perusahaan teknologi, hingga pelanggan enterprise.

Pendapatan Telkom Semester I-2026 Tumbuh 3,9 Persen

Di tengah ekspansi bisnis infrastruktur digital, Telkom juga mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I-2026.

Pendapatan konsolidasi Telkom Group tumbuh 3,9 persen secara tahunan menjadi Rp75,9 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, mengatakan pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh perbaikan monetisasi bisnis selular serta pertumbuhan sejumlah bisnis infrastruktur.

Telkomsel masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Pada semester I-2026, pendapatan Telkomsel tumbuh 3,3 persen menjadi Rp55,6 triliun.

“Pendapatan konsolidasi tumbuh 3,9 persen secara tahunan menjadi Rp75,9 triliun. Hal ini didukung terutama oleh perbaikan monetisasi bisnis selular serta pertumbuhan pada sejumlah bisnis infrastruktur. Telkomsel tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan tumbuh 3,3 persen menjadi Rp55,6 triliun,” ujar Arthur.

BACA JUGA:  Dukung Asta Cita Presiden, Telkomsat dan Len Industri Bangun Infrastruktur Satelit Pertahanan

Perbaikan monetisasi dan penerapan disiplin biaya turut mendorong kinerja Telkomsel. EBITDA Telkomsel tumbuh 8,6 persen, sementara margin EBITDA meningkat 230 basis poin menjadi 46,9 persen.

Pada segmen B2B infrastruktur, gross revenue tumbuh 19 persen menjadi Rp33,1 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh bisnis menara telekomunikasi dan data center.

“Tenancy ratio di business tower meningkat menjadi 1,57 kali, sementara okupansi data center mencapai 88 persen yang mencerminkan utilisasi aset yang semakin baik,” pungkas Arthur.

SUMBER: KOMPAS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *