Ransel Hitam dan Tasbih: Kisah Sederhana Seorang Pemimpin bernama Iman Sutiawan

Percakapan berlangsung sederhana. Tidak ada pembicaraan panjang tentang kekuasaan, jabatan, ataupun kepentingan politik. Hanya seputar agenda organisasi dan harapan agar perhelatan nasional insan pers itu berjalan lancar.

Tak lama kemudian, awak kabin memberikan tanda bahwa pesawat bersiap untuk terbang.
Saya kembali bersandar di kursi 1D. Pesawat mulai bergerak meninggalkan landasan, kemudian perlahan mengudara membelah langit pagi.

Dari tempat duduk saya, sesekali mata ini melirik ke arah kursi 1A. Iman tampak memejamkan mata. Sekilas, ia seperti sedang tertidur. Saya pun tak ingin mengganggu ketenangannya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OPINI Robby Patria: Ketika Pertumbuhan Ekonomi Kepri di Bawah Batam

Namun, beberapa saat kemudian, perhatian saya tertuju pada sesuatu yang tak biasa. Jari-jari tangan kanannya terus bergerak. Perlahan, teratur, dan nyaris tanpa jeda. Sebuah tasbih berada dalam genggamannya. Butir demi butirnya bergeser mengikuti gerakan jari yang begitu tenang.

Saya kembali memperhatikannya. Matanya tetap terpejam. Tubuhnya bersandar. Tetapi jari-jarinya tak berhenti berzikir.

Ada pemandangan yang sulit saya lupakan dari perjalanan itu. Di tengah deru mesin pesawat, ketika sebagian besar penumpang mungkin memilih tidur atau menikmati hiburan, seorang pemimpin daerah justru larut dalam kesunyian bersama tasbihnya.

Saya tak tahu berapa banyak kalimat zikir yang telah dilafalkannya. Saya juga tak tahu doa apa yang sedang dipanjatkannya. Tetapi melihat gerakan tasbih yang tak putus itu, saya seperti sedang menyaksikan sebuah pesan yang tak membutuhkan suara.

BACA JUGA:  BP Batam Siapkan Solusi Bagi Investor di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas

Bahwa di balik kesibukan mengurus pemerintahan, di balik rapat-rapat politik dan tanggung jawab besar kepada masyarakat, ada ruang sunyi yang tetap dijaga untuk mengingat Tuhan sang Maha Pencipta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *