PT Pelabuhan Kepri Perseroda Bidik Pulau Sambu Jadi Pusat Bunker Kapal Internasional

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Di tengah padatnya lalu lintas pelayaran internasional di Selat Singapura, sebuah pulau kecil di Barat Laut Kota Batam kembali dilirik sebagai motor baru ekonomi maritim Indonesia.

Pulau Sambu, yang sejak era kolonial dikenal sebagai pusat penyimpanan bahan bakar minyak, kini diproyeksikan bangkit menjadi pusat penyediaan bahan bakar kapal (bunker) bertaraf internasional.

Peluang besar tersebut tengah dikaji serius oleh PT Pelabuhan Kepri (Perseroda) bersama berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kawasan ini diyakini mampu memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai simpul logistik dan energi maritim di kawasan Asia Tenggara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Sudah 25.091 Kendaraan Terdaftar, Batam Luncurkan Fuel Card 5.0 Jenis Pertalite

Direktur PT Pelabuhan Kepri (Perseroda), Capt. Awaluddin, M.Mar., saat ditemui awak media mengatakan Pulau Sambu memiliki keunggulan yang sulit ditandingi karena berada tepat di jalur pelayaran internasional Selat Singapura, salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia.

“Pulau Sambu memiliki posisi yang sangat strategis. Dengan keberadaan infrastruktur yang sudah tersedia, kami melihat peluang besar untuk menjadikannya sebagai pusat bunker kapal yang mampu melayani kapal-kapal internasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor maritim Kepulauan Riau,” ujar Capt. Awaluddin usai melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sambu, Sabtu (4/7/2026).

Kajian yang dilakukan menunjukkan Pulau Sambu telah memiliki fondasi infrastruktur yang kuat. Di kawasan tersebut terdapat fasilitas milik Pertamina berupa tangki penyimpanan berkapasitas besar, laboratorium, jaringan distribusi bahan bakar, hingga dermaga dengan kedalaman perairan yang mampu melayani kapal-kapal berbobot besar.

BACA JUGA:  Animo Cukup Tinggi, Abdul Razak - Sri Suwanto Bakal Perbanyak Kuota Penerimaan ASN

Ketersediaan infrastruktur yang telah ada menjadi salah satu keunggulan Pulau Sambu dalam mendukung pengembangan kawasan. Kondisi tersebut memberikan peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset dan infrastruktur yang tersedia secara lebih efektif dan efisien.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *