Selain kebutuhan energi dan air, Rikson juga menyoroti aspek penyerapan tenaga kerja. Ia menilai, pemerintah perlu mengkaji secara cermat manfaat ekonomi yang dihasilkan industri pusat data, termasuk kontribusinya terhadap kesempatan kerja lokal, dibandingkan dengan kebutuhan sumber daya yang digunakan.
Dengan demikian, kebijakan investasi di sektor tersebut, menurutnya, perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan investor, kemampuan infrastruktur, manfaat ekonomi, dan kebutuhan masyarakat.
Jangan Sampai Masyarakat Menanggung Dampak
Rikson turut mengingatkan bahwa perdebatan mengenai pengembangan pusat data bukan hanya menyangkut kepentingan bisnis, melainkan juga keberlanjutan pelayanan publik.
Ia menilai pemerintah perlu bersikap terbuka mengenai ketersediaan dan proyeksi kebutuhan listrik serta air, termasuk rencana pemenuhan kebutuhan apabila investasi baru terus bertambah.
Menurutnya, keterbukaan informasi akan membantu masyarakat memahami apakah pertumbuhan industri di Batam telah sejalan dengan kesiapan infrastruktur dan bagaimana dampaknya terhadap pelayanan kebutuhan dasar.











