Listrik dan Air Batam Padam Bersamaan, Akademisi Desak Audit Total dan Moratorium Data Center

Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (Balapi), Rikson Tampubolon
Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (Balapi), Rikson Tampubolon

Minta Pengembangan Data Center Dievaluasi

Sorotan Rikson juga tertuju pada perkembangan industri pusat data atau data center di Batam yang menarik minat investor.

Ia menilai, ekspansi sektor tersebut perlu diselaraskan dengan kemampuan pasokan energi dan air. Pasalnya, pusat data membutuhkan pasokan listrik yang besar dan berkelanjutan, sementara kebutuhan air juga harus diperhitungkan sesuai teknologi pendinginan yang digunakan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Sita Uang Tunai Rp288 Miliar, KejagungTegaskan Penetapan Tersangka Duta Palma Sesuai Prosedur

Rikson bahkan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan moratorium sementara terhadap pengembangan data center sampai evaluasi daya dukung infrastruktur dilakukan secara terbuka dan menyeluruh.

“Menurut hemat saya, pengembangan data center ini harus dimoratorium dulu sebelum pemerintah terbuka soal daya dukung energi, air, dan lain-lain,” katanya.

Ia mempertanyakan kesiapan Batam apabila industri yang membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar terus berkembang ketika persoalan mendasar pada kedua sektor tersebut masih menjadi perhatian.

Menurutnya, apabila ekspansi pusat data tidak diimbangi dengan kapasitas infrastruktur yang memadai, kondisi itu berpotensi menjadi persoalan baru bagi pemerintah dan masyarakat.

BACA JUGA:  PLN Batam dan PT Avecode Internasional Jalin Kerja Sama Strategis Kembangkan Solar Panel dan Micro ESS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *