Listrik dan Air Batam Padam Bersamaan, Akademisi Desak Audit Total dan Moratorium Data Center

Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (Balapi), Rikson Tampubolon
Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (Balapi), Rikson Tampubolon

Ketidakpastian Infrastruktur Bisa Menggerus Kepercayaan Investor

Rikson menilai, apabila gangguan listrik dan air terus berulang tanpa penyelesaian mendasar, kenyamanan masyarakat dan daya tarik investasi Batam berpotensi ikut terdampak.

Menurutnya, investor pada dasarnya memahami bahwa setiap kegiatan usaha memiliki risiko. Namun, kondisi infrastruktur yang tidak dapat diprediksi akan menambah ketidakpastian dalam perencanaan bisnis.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  PLN Batam Kembali Bersinar di TOP CSR Awards 2026, Bukti Keberhasilan Program TJSL

“Pelan tapi pasti, investor bisa hengkang kalau situasi ini berlanjut. Pengusaha dan investor itu berteman dengan risiko, bukan dengan ketidakpastian,” tegasnya.

Ia menjelaskan, risiko dan ketidakpastian merupakan dua hal yang berbeda dalam pertimbangan bisnis. Risiko umumnya dapat diidentifikasi dan diperhitungkan, sedangkan ketidakpastian membuat pelaku usaha kesulitan memperkirakan kondisi yang akan dihadapi.

Karena itu, menurut Rikson, kepastian pasokan listrik dan air harus menjadi prioritas pemerintah bersama pihak terkait.

Persoalan tersebut dinilai lebih mendasar karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha, kegiatan produksi, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan dan promosi investasi tidak hanya berfokus pada besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur untuk menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  OJK: Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *