Kekayaan yang Tidak Terkubur di Dalam Tanah (2-5)

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Universitas rajin meluluskan sarjana. Industri rajin mengimpor teknologi. Keduanya tumbuh, tetapi kadang seperti belum saling mengenal.

Perusahaan sebagai ruang belajar bangsa

Modal manusia tidak dibentuk hanya di sekolah dan universitas. Sebagian besar kemampuan produktif justru berkembang di dalam perusahaan melalui praktik, eksperimen, kegagalan, interaksi dengan pembeli, hubungan dengan pemasok, dan persaingan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  PASCA-Cuti HM Rudi Blusukan Tinjau 3 Proyek Infrastruktur

Itulah sebabnya Korea Selatan menempatkan perusahaan—bukan kementerian—sebagai unit utama inovasi.

Pemerintah dapat membangun laboratorium, memberikan insentif pajak, menyediakan pembiayaan R&D, menghasilkan peneliti, dan membuka akses terhadap teknologi. Tetapi kemampuan menyerap dan menciptakan teknologi harus hidup di dalam perusahaan.

Tiongkok menjalankan proses serupa. Teknologi tidak hanya dibeli, tetapi dipelajari dan diadaptasi. Dalam pengembangan kendaraan listrik, kemampuan baterai dibangun terlebih dahulu, permintaan kemudian diciptakan, dan setelah perusahaan domestik cukup kuat, kompetisi diperketat.

Singapura juga tidak berhenti pada menarik investasi asing. Melalui program peningkatan industri lokal, perusahaan multinasional dihubungkan dengan pemasok domestik agar pengetahuan, standar, teknologi, dan jaringan pasar ikut berpindah.

BACA JUGA:  OPINI: Oase dari Sang Jenderal di Tengah Badai Fitnah Saudara Kandung

Inilah perbedaan antara FDI yang masuk dan kemampuan yang tinggal.

Investasi asing yang hanya membawa modal, mesin, dan tenaga ahli sendiri dapat menambah output. Namun, investasi yang membangun pemasok lokal, melatih tenaga kerja, mengembangkan insinyur, dan menciptakan kegiatan R&D akan meningkatkan kemampuan nasional.

Tax holiday dapat menarik perusahaan. Tetapi tax holiday tidak dengan sendirinya membuat bangsa menguasai teknologi.

Mengubah kebijakan manusia menjadi strategi produktivitas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *