Kebutuhan Air Batam Terus Meningkat, BP Batam Siapkan Waduk Baru hingga Teknologi SWRO

Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad

Menurutnya, biaya produksi air melalui SWRO relatif tinggi jika dibandingkan dengan harga air yang selama ini dibayarkan pelanggan rumah tangga. Oleh sebab itu, pemanfaatannya perlu diarahkan pada segmen yang sesuai dengan karakteristik biaya produksinya.

“Kalau SWRO, tentu perhatian kita lebih kepada kalangan dunia industri atau menengah atas, karena harga SWRO dengan harga rata-rata untuk pelanggan masyarakat kita tidak masuk,” kata Amsakar.

Ia menegaskan, pengembangan teknologi tersebut perlu dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan lokal dan rencana investasi yang akan masuk ke Batam.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  PTPP Menangi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Senilai Rp3,35 Triliun di Batam

Namun, Amsakar menegaskan bahwa rencana pengembangan SWRO yang disampaikannya bukan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sektor pusat data (data center).

Keseimbangan Kebutuhan Masyarakat dan Dunia Usaha

Di tengah pertumbuhan investasi, BP Batam menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan air rumah tangga dan kebutuhan kegiatan ekonomi.

Amsakar menjelaskan, komitmen penyediaan air dalam kesepakatan investasi perlu memperhitungkan kapasitas pasokan dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pembahasan mengenai kebutuhan air bagi pelaku usaha harus dilakukan secara terukur sejak tahap perencanaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *