Kebutuhan Air Batam Terus Meningkat, BP Batam Siapkan Waduk Baru hingga Teknologi SWRO

Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad

Namun, setiap opsi membutuhkan kajian dari sisi biaya, waktu pembangunan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan air Batam yang terus bertambah.

Pembangunan waduk baru, misalnya, memerlukan waktu cukup panjang sebelum dapat dimanfaatkan secara optimal. Menurut Amsakar, proses pembentukan air tawar pada waduk baru dapat membutuhkan waktu sekitar lima tahun, disertai kebutuhan investasi yang tidak sedikit.

Karena itu, BP Batam perlu mempertimbangkan berbagai alternatif secara matang agar pengembangan sumber air baku dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OJK Puji Konsistensi TPAKD Kepri Percepat Akses Keuangan di Daerah

Teknologi SWRO Dipertimbangkan untuk Kebutuhan Industri

Alternatif lainnya adalah pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yakni teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar melalui proses penyaringan menggunakan membran.

Amsakar mengatakan, penerapan SWRO menjadi salah satu referensi yang dapat dipertimbangkan BP Batam untuk menambah kapasitas pasokan air, terutama bagi kebutuhan dunia usaha dan sektor industri.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi tersebut perlu mempertimbangkan struktur biaya produksi dan kemampuan pelanggan dalam membayar tarif air.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *