Kebutuhan Air Batam Terus Meningkat, BP Batam Siapkan Waduk Baru hingga Teknologi SWRO

Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad

Pipa yang dibangun pada era 1970-an, misalnya, kini telah berusia lebih dari lima dekade. Sementara jaringan yang dibangun pada era 1980-an juga telah berumur sekitar empat dekade.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam program pembenahan infrastruktur agar potensi gangguan distribusi dapat ditekan.

Selain revitalisasi jaringan, BP Batam telah menetapkan 18 wilayah stress area sebagai prioritas penanganan cepat atau quick win.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BP Batam Pastikan Pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Eco-City Masuk Proyek Strategis Nasional

Amsakar menyebutkan, sejumlah titik telah diselesaikan penanganannya, termasuk di kawasan Sekupang dan Batu Ampar. Perbaikan jaringan juga dilakukan di sekitar Muka Kuning hingga Tanjunguncang.

BP Batam turut membenahi jaringan distribusi yang melayani kawasan permukiman, termasuk sejumlah titik di wilayah Sungai Lekop.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki kontinuitas pasokan sekaligus mengurangi keluhan masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan distribusi air bersih.

Siapkan Sumber Air Baku Alternatif

Di luar pembenahan jaringan, BP Batam juga memikirkan strategi untuk menjamin ketersediaan air baku dalam jangka panjang.

Amsakar mengatakan, terdapat sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan, antara lain pengembangan sumber air baku alternatif dari luar daerah dan pembangunan waduk baru.

BACA JUGA:  Pertamina : Layanan dan Distribusi Energi di Momen Nataru Aman dan Terjaga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *