Bukan Endowment Negara, tetapi Kemampuannya yang Berubah (1-5)

Lima tulisan, tetapi satu pertanyaan: apa yang sesungguhnya membuat suatu negara mampu naik kelas?
Berbeda ukurannya, serupa tantangannya
Tidak ada satu resep pembangunan yang digunakan bersama oleh keempat negara tersebut.

Singapura membangun pemerintahan yang ramping, profesional, dan berorientasi pada keterbukaan global. Korea Selatan menggunakan negara pembangunan yang kuat, tetapi secara bertahap menempatkan perusahaan sebagai pusat inovasi. Jepang mengembangkan perencanaan indikatif, hubungan jangka panjang antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan pekerja. Tiongkok menggabungkan pengarahan pusat, eksperimen daerah, investasi besar, integrasi global, dan kebijakan industri yang terus disesuaikan.

Yang sama bukan bentuk organisasinya.
Yang sama adalah kemampuannya membangun arah jangka panjang, mengoordinasikan sumber daya, belajar dari pengalaman, mendisiplinkan pelaku ekonomi, dan mengubah kebijakan ketika cara lama tidak lagi memadai.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Gubernur Ansar Ahmad Apresiasi Financial Weekend, 'Kepri Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi dengan Inklusi Keuangan yang Kuat'

Ini penting karena keluar dari middle-income trap bukan peristiwa yang lazim. Bank Dunia mencatat bahwa sejak 1990 hanya 34 negara berpendapatan menengah yang berhasil naik menjadi negara berpendapatan tinggi. Pada akhir 2023, masih terdapat 108 negara dalam kelompok pendapatan menengah, yang dihuni sekitar enam miliar penduduk. Lebih dari sepertiga dari 34 negara yang berhasil tersebut pun memperoleh keuntungan khusus dari integrasi dengan Uni Eropa atau penemuan sumber minyak baru.

Menjadi negara berpendapatan menengah ternyata relatif mungkin. Membangun jalan, memperluas listrik, menambah tenaga kerja, menarik investasi, dan memindahkan penduduk dari pertanian berproduktivitas rendah menuju industri dapat mempercepat pertumbuhan.

BACA JUGA:  Diskursus Publik soal Posisi Wakil Walikota dalam BP Batam: Menuju Pemerintahan Profesional dan Transparan

Kesulitan muncul setelah biaya tenaga kerja meningkat, urbanisasi melambat, tambahan modal memberikan hasil yang semakin kecil, dan teknologi sederhana sudah tersebar luas.

Pada titik tersebut, negara tidak lagi cukup bekerja lebih banyak. Negara harus mampu bekerja dengan cara yang berbeda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *