Kecepatan bongkar muat menjadi salah satu faktor utama dalam menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan terminal.
Tidak hanya itu, peningkatan yang lebih mencolok juga terlihat pada Ship Handling Productivity. Produktivitas pelayanan kapal melonjak dari 12 Box Ship per Hour (BSH) menjadi 40 BSH, atau meningkat sekitar 190 persen.
Capaian tersebut mencerminkan peningkatan efektivitas proses bongkar muat secara keseluruhan. Dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi, waktu yang dibutuhkan kapal selama proses pelayanan di dermaga menjadi semakin singkat sehingga kapal dapat segera kembali berlayar untuk melayani rute berikutnya.
“Semakin tinggi produktivitas pelayanan kapal, maka semakin besar pula efisiensi yang dirasakan oleh pengguna jasa pelabuhan. Ini menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing pelabuhan di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Capt. Basori Alwi.
Keberhasilan transformasi operasional juga terlihat dari penurunan Vessel Turnaround Time, yakni total waktu kapal berada di terminal mulai dari sandar hingga meninggalkan pelabuhan.










