Ia menambahkan, kecepatan respon menjadi kunci utama dalam latihan tersebut.
“Tadi kita lihat bagaimana respon cepat dari Damkar, dukungan TNI-Polri, hingga rumah sakit yang langsung melakukan evakuasi korban. Ini penting karena Stasiun Gas PGN adalah objek vital nasional yang sangat krusial bagi Batam,” tambahnya.
Menurutnya, lebih dari separuh kebutuhan energi Batam bergantung pada gas, terutama untuk sektor kelistrikan. “Kalau ada gangguan di fasilitas gas, dampaknya bisa sangat besar bagi kota ini,” tegasnya.
Dalam simulasi itu, skenario kebocoran hingga kebakaran sengaja dirancang untuk menyerupai kondisi terburuk.
“Yang disimulasikan tadi adalah kebocoran gas yang terpicu hingga menyebabkan kebakaran. Memang terlihat seperti nyata, tapi itu bagian dari latihan,” jelas Andi.
Ia juga memastikan, sejak beroperasi pada 2005 hingga 2026, Stasiun Panaran tidak pernah mengalami kecelakaan besar.
“Alhamdulillah tidak ada major accident. Ini yang terus kita jaga—keselamatan dan keamanan penyaluran gas di Batam.”











