Pipa Gas Sumatra-Batam Terancam Rusak, PGN Sebut Bisa Ganggu Pasokan hingga Singapura

IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Aktivitas pembangunan dan penimbunan lahan di sekitar kawasan Panaran, Batam, Kepulauan Riau, menjadi perhatian karena lokasinya berdekatan dengan jalur pipa transmisi gas yang disebut sebagai salah satu infrastruktur strategis penyaluran energi ke Batam.

Kekhawatiran muncul setelah terdapat aktivitas kendaraan dan alat berat yang melintasi salah satu titik jalur pipa transmisi tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pipa apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Wendi Purwanto, Area Head PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam saat dikonfirmasi KE Groups pada Selasa (8/9/2026) pagi membenarkan hal tersebut. Dan pihaknya menjelaskan bahwa jalur tersebut merupakan bagian dari sistem penyaluran gas yang berasal dari Sumatra menuju Batam.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  IKSK Batam Siap Menangkan HM Rudi di Pilkada Kepri, 'Salam Dua Jari!'

“Ukuran pipanya 28 inci. Pipa dari Sumatra menuju Batam, kemudian dari Batam menuju Singapura,” ujarnya.

Menurut dia, terdapat satu titik di kawasan Panaran yang saat ini menjadi perhatian karena jalur aktivitas kendaraan dan alat berat melintasi pipa transmisi.

“Artinya ada alat berat atau truk-truk yang lewat di atas pipa kita,” katanya.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan aktivitas pembangunan biasa. Sebab, pipa yang melintas di kawasan tersebut memiliki fungsi penting dalam menopang sistem energi Batam.

Pihak PGN menegaskan kekhawatiran yang disampaikan bukan berarti kepanikan, melainkan perhatian terhadap aspek keamanan dan keselamatan infrastruktur.

“Kalau dibilang resah, bahasanya kurang tepat. Tapi kita mengkhawatirkan terhadap keamanan pipanya,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan, pipa tersebut merupakan jalur penyaluran gas yang dioperasikan oleh PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Jalurnya berasal dari Sumatra, tepatnya dari wilayah Kuala Tungkal, kemudian melalui jalur laut menuju Panaran, Batam.

BACA JUGA:  Lebih Dekat dengan Gas Bumi: City Gas Tour 2025 Hadir di Empat Kota di Sumatera

Dari Batam, sistem penyaluran tersebut kemudian berlanjut menuju kawasan Dapur 12 dan selanjutnya menuju Kepulauan Pemping sebelum diteruskan ke Singapura.

Dengan demikian, jalur tersebut memiliki posisi strategis bukan hanya bagi kebutuhan energi di Batam, tetapi juga terkait penyaluran gas menuju Singapura.

Pihak PGN menyebut apabila penyaluran melalui pipa tersebut sampai mengalami gangguan serius, dampaknya dapat dirasakan pada sistem kelistrikan Batam dan penyaluran energi menuju Singapura.

“Kalau ini terganggu penyalurannya, Batam padam, Singapura juga berhenti penyalurannya,” ujarnya.

Ia bahkan menggambarkan dampak terburuk apabila terjadi gangguan terhadap penyaluran gas sebagai kondisi blackout. “Blackout-lah yang pasti,” katanya.

Di sisi lain, pihak PGN menyatakan aktivitas pembangunan atau penimbunan yang berada di sekitar jalur pipa tersebut bukan dilakukan oleh PGN. Mengenai siapa pihak yang melakukan pembangunan, narasumber mengaku belum mengetahui secara pasti.

BACA JUGA:  Antisipasi Lonjakan Harga, Pemko Batam Intensifkan Pasar Murah Menjelang Idulfitri

Ia menyarankan persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, terutama menyangkut perizinan pembangunan dan alokasi lahan di lokasi tersebut.

“Bisa dilihat atau konfirmasi ke BP Batam terkait izin pembangunannya dan alokasi lahannya,” ujarnya.

Perhatian utama saat ini adalah memastikan aktivitas kendaraan berat maupun pekerjaan penimbunan tidak mengganggu keselamatan pipa transmisi.

Sebab, selain berdiameter 28 inci, jalur tersebut merupakan bagian penting dari sistem pasokan energi yang menghubungkan Sumatra, Batam dan Singapura. Karena itu, aspek keselamatan dan pengamanan jalur pipa menjadi penting untuk mencegah potensi gangguan penyaluran gas yang dapat berdampak luas terhadap sistem energi di kawasan. (Iman Suryanto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *