Wagub Nyanyang Dorong Kemandirian Pangan, Kebutuhan Telur 3 Juta Butir per Hari Masih Bergantung Pasokan Luar

Bibit Cabai hingga Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Untuk memperkuat sektor pertanian, pemerintah menjalankan sejumlah dukungan, mulai dari fasilitasi pupuk dengan harga terjangkau hingga bantuan pertanian melalui kementerian terkait dan Pemerintah Provinsi Kepri.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembagian bibit cabai melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kepri. Program ini diarahkan untuk mendorong masyarakat dan petani mengembangkan produksi cabai sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan dan menekan tekanan inflasi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Pemerintah Pacu Pengembangan KEK Tanjung Sauh, Targetkan Jadi Green Hub dan Penyeimbang Ekonomi Johor–Singapura

Selain dukungan produksi, perlindungan sosial bagi petani juga menjadi perhatian. Program BPJS Ketenagakerjaan bagi petani yang sebelumnya mencakup sekitar 11.000 orang pada tahun lalu kini tercatat lebih dari 9.700 orang.

Perlindungan tersebut penting untuk memberikan jaminan kepada petani dalam menghadapi risiko pekerjaan. Keberlanjutan program perlu didukung pendataan dan koordinasi agar semakin banyak petani yang memenuhi kriteria dapat memperoleh perlindungan.

Penguatan ketahanan pangan juga melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk kepolisian, TNI, imigrasi, dan kejaksaan, sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung kelancaran distribusi, pengawasan, serta menjaga ketersediaan bahan pangan di wilayah kepulauan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pembentukan Koperasi Merah Putih, Menteri Koperasi Gelar Rakor di Provinsi Kepri. Ini Agendanya

Selain peternakan dan perikanan, pengembangan komoditas pertanian seperti cabai, jagung, sagu, singkong, dan berbagai jenis palawija dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi pangan Kepri.

Sejumlah wilayah, termasuk Bintan, Barelang, dan Tanjung Batu, memiliki peran dalam memasok komoditas pertanian bagi kebutuhan masyarakat.

Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan produktivitas, dukungan sarana produksi, penguatan akses pasar, serta perbaikan konektivitas antarpulau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *