Ia menjelaskan, Kepri saat ini memiliki 275 desa yang tersebar di lima kabupaten. Dengan karakteristik wilayah kepulauan, tata kelola desa yang baik menjadi kunci agar pembangunan berjalan sesuai regulasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Nyanyang menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama Pemprov Kepri dalam menghadapi tantangan persaingan kawasan.
Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Kepri dinilai harus menempatkan kualitas SDM sebagai keunggulan utama.
“Kepri berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Maka yang harus kita unggulkan adalah sumber daya manusianya. Jangan ada lagi anak-anak yang putus sekolah,” tegasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Kepri terus mengakselerasi program pendidikan gratis tingkat SMA serta menyiapkan berbagai fasilitas pendidikan. Selain itu, pemerintah daerah juga memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp79 miliar untuk pembangunan dan renovasi sekolah di sejumlah wilayah Kepri.
Dalam audiensi itu, Nyanyang turut mengangkat persoalan yang masih dihadapi masyarakat pesisir dan petani, khususnya terkait tata ruang laut dan kawasan hutan sosial.









