Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Nyanyang, turut memberikan dukungan penuh melalui koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pariwisata Kepri, Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, serta Pemerintah Kabupaten Bintan. Bahkan, koordinasi juga dilakukan dengan federasi balap sepeda internasional untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan.
“Kita berkoordinasi dengan federasi internasional untuk mendapatkan dukungan penyelenggaraan event ini,” jelasnya.
Nyanyang optimistis, kembalinya Tour de Bintan akan semakin memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, sekaligus menjadi penggerak baru ekonomi pariwisata Kepri.
Sementara itu, Chief Operating Officer Bintan Resorts Abdul Wahab mengungkapkan bahwa Tour de Bintan 2026 merupakan penyelenggaraan ke-13 dan dapat kembali terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, federasi internasional, hingga mitra penyelenggara dari Singapura, Trifactor.
Menurutnya, event ini memberikan dampak langsung terhadap sektor perhotelan dan ekonomi kawasan. Saat ini, Bintan Resorts memiliki sekitar 3.200 kamar hotel dan diproyeksikan bertambah hingga 3.000 kamar dalam tiga tahun ke depan.
“Ke depan, kapasitas kamar akan mencapai sekitar 6.000 unit. Minimal 5.000 kamar dibutuhkan agar event besar seperti Tour de Bintan dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Abdul.
Dengan antusiasme peserta internasional dan dampak ekonomi yang signifikan, Tour de Bintan 2026 menjadi momentum penting kebangkitan sport tourism di Kepri sekaligus memperkuat daya saing Bintan di kancah pariwisata global. (Iman)










