Selat Hormuz Belum Dibuka, OJK Ungkap Dampaknya ke Ekonomi dan Sektor Keuangan RI

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional masih terjaga di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global dan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan domestik tetap didukung oleh pertumbuhan intermediasi yang kuat. Kendati demikian, perkembangan global masih perlu diwaspadai, terutama akibat ketegangan geopolitik yang berdampak terhadap pasar komoditas dan inflasi.

“Stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan pertumbuhan intermediasi yang kuat, risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah tetap tinggi,” ujar Friderica dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK secara daring, Senin (7/9/2026).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Gantikan Doni Primanto, Juda Agung Resmi Duduki Kursi Dewan Komisioner OJK

Menurut Friderica, belum dibukanya Selat Hormuz turut meningkatkan risiko terhadap perekonomian global. Gangguan pada jalur distribusi energi tersebut memicu volatilitas harga minyak dan sejumlah komoditas, sehingga tekanan inflasi global masih relatif tinggi.

Tekanan tersebut juga diperburuk oleh fenomena El Nino yang berkepanjangan. Kekeringan dan kebakaran hutan di sejumlah kawasan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi serta rantai pasok global.

Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat

Di tengah berbagai tekanan tersebut, momentum pertumbuhan ekonomi global cenderung mengalami moderasi. Mayoritas negara mencatatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026.

Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang menghadapi perlambatan. Pertumbuhan ekonomi AS berada di bawah ekspektasi pasar, bersamaan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang mulai termoderasi. Sementara itu, inflasi masih berada pada level tinggi meski menunjukkan tren penurunan.

BACA JUGA:  OJK Dorong 'Human Firewall' untuk Lindungi Ekosistem Keuangan Digital

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *