“Di Amerika Serikat pertumbuhan ekonomi turun dan berada di bawah ekspektasi disertai pasar tenaga kerja yang termoderasi dan inflasi yang tetap tinggi,” kata Friderica.
Perlambatan juga terjadi di China. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) China tercatat sekitar 4,3% secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada 2026. Data terkini menunjukkan indikasi pelemahan masih terjadi baik pada sektor produksi maupun permintaan domestik.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian bagi perekonomian global mengingat China merupakan salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi dunia.
Yield Obligasi Negara Maju Naik
Tekanan juga terlihat di pasar keuangan global. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di sejumlah negara maju terus mengalami kenaikan.
Menurut Friderica, salah satu faktor yang mendorong kondisi tersebut adalah meningkatnya kebutuhan pendanaan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan-perusahaan hyperscaler, termasuk investasi dalam pembangunan pusat data berskala besar.
Kenaikan kebutuhan pendanaan tersebut berlangsung ketika kebijakan moneter di sejumlah negara masih cenderung ketat, sehingga turut memberikan tekanan terhadap pasar obligasi global.











