Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat
Di tengah ketidakpastian global, OJK menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,29%, dengan konsumsi rumah tangga tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan.
Meski demikian, sejumlah indikator domestik menunjukkan adanya tantangan yang perlu dicermati.
Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19%. Sementara itu, aktivitas manufaktur masih berada di zona kontraksi dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) sebesar 49,8.
OJK juga terus memperkuat agenda reformasi di sektor pasar modal. Salah satu fokus kebijakan tersebut adalah proses demutualisasi bursa serta penguatan aspek penegakan hukum atau enforcement di sektor pasar modal.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat ketahanan dan kredibilitas pasar keuangan domestik di tengah meningkatnya dinamika ekonomi dan risiko global.(iman)











