


IDNNEWS.CO.ID, LINGGA — Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, memiliki modal kuat untuk tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di daerah tersebut. Kekayaan alam bahari, sejarah, dan budaya Melayu menjadi daya tarik yang berpotensi mendatangkan lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Namun, potensi tersebut masih menghadapi pekerjaan rumah besar. Konektivitas antarpulau, kondisi jalan menuju destinasi, jaringan telekomunikasi, pasokan listrik hingga ketersediaan akomodasi dinilai perlu diperkuat agar perkembangan pariwisata Lingga tidak berhenti sebatas potensi.
Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Bunda Tanah Melayu, Lingga memiliki karakter wisata yang cukup lengkap. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati panorama alam dan bahari, tetapi juga menelusuri jejak sejarah serta kekayaan budaya Melayu yang menjadi identitas daerah.
Persoalannya, kemudahan akses menjadi faktor penting agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara maksimal.
Keterbatasan jadwal transportasi laut, misalnya, membuat wisatawan harus menyesuaikan waktu perjalanan dengan jadwal kapal yang tersedia. Kondisi tersebut berpotensi membatasi waktu kunjungan dan membuat wisatawan harus mengatur perjalanan secara lebih ketat.
Padahal, semakin mudah sebuah destinasi dijangkau, semakin besar peluang wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah tujuan.
Selain transportasi laut, persoalan infrastruktur jalan menuju sejumlah destinasi wisata juga menjadi perhatian.
Salah satunya akses menuju kawasan wisata di Lingga yang masih ditemukan sejumlah ruas dengan kondisi rusak. Jalan dari kawasan permukiman menuju destinasi wisata disebut mengalami kerusakan di beberapa titik, bahkan terdapat ruas yang masih berupa tanah merah.
Kondisi tersebut menjadi kendala terutama ketika musim hujan karena jalan menjadi lebih sulit dilalui.
Lazuardi, warga setempat yang juga beraktivitas sebagai pemandu wisata, mengatakan pembenahan akses menjadi kebutuhan penting apabila Lingga ingin semakin serius mengembangkan sektor pariwisata.
Menurut dia, kondisi jalan menuju sejumlah kawasan wisata sudah berlangsung cukup lama dan perbaikannya dilakukan secara bertahap.










