Perempuan Makin Berperan, Telkom Catat 31,7 Persen Karyawan Adalah Perempuan

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia, melalui pilar Empower Our People.

TelkomGroup mengimplementasikan prinsip Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI) secara terukur dan berkelanjutan guna memperkuat organisasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tengah percepatan transformasi digital.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa kesetaraan gender merupakan fondasi dalam membangun organisasi yang inklusif dan mampu menghadirkan keberagaman perspektif.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Harbour Energy: Ini Dampak dan Bahayanya Menangkap Ikan di Area Offshore

“Kami percaya perempuan Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang sangat besar. Yang dibutuhkan adalah kesempatan yang setara untuk berkembang, mengaktualisasikan diri, serta mengambil peran strategis dalam kepemimpinan. Ketika akses itu dibuka, perempuan dapat memberi kontribusi nyata bagi mendorong inovasi, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin dalam capaian yang terukur. Pada tahun 2025, proporsi perempuan di TelkomGroup mencapai 31,7% dari total karyawan, dengan 21% di antaranya menempati posisi manajerial.

Ke depan, TelkomGroup menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan hingga 32% dari total karyawan dan 27% di level manajerial pada tahun 2030 sebagai bagian dari strategi DEI yang terarah.

BACA JUGA:  OJK Kepri Maksimalkan Pengawasan Permodalan BPR/S

Penguatan kepemimpinan perempuan juga terlihat di berbagai lapisan organisasi. Pada tahun 2025, keterwakilan perempuan di tingkat manajemen senior mencapai 14,0%, manajemen madya 23,2%, dan level pengawas 33,4%.

Di sisi lain, TelkomGroup terus mendorong peningkatan partisipasi perempuan pada fungsi strategis, termasuk revenue-generating function sebesar 8,3% serta bidang Sains, Teknologi, Rekayasa/Engineering, dan Matematika (STEM) sebesar 8,1%, sebagai upaya memperluas akses perempuan di sektor berbasis teknologi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *