IDNNEWS.CO.ID. BATAM – Upaya pembenahan tata kelola sampah mulai digenjot oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. Langkah ini dinilai bukan sekadar isu kebersihan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan investasi dan aktivitas ekonomi di Batam.
Kepala DLH Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, mengakui sistem pengangkutan sampah selama ini masih jauh dari ideal. Di sejumlah kawasan, sampah hanya diangkut sekali dalam tiga hari, bahkan ada yang satu hingga dua kali dalam sepekan.
Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan di tempat pembuangan sementara (TPS) hingga meluber ke badan jalan dan mengganggu aktivitas warga serta mobilitas logistik.
“Ini kita mau mengubah pengangkutan itu satu kali dalam satu hari. Paling lambat satu kali dalam dua hari,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Percepatan ritme pengangkutan dari TPS ke tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi fokus utama. Dengan pola baru, pemerintah menargetkan tidak ada lagi sampah mengendap terlalu lama yang menimbulkan bau dan menurunkan kenyamanan lingkungan permukiman maupun kawasan usaha.
Pembenahan ini memiliki implikasi ekonomi yang cukup besar. Kota industri seperti Batam sangat bergantung pada kebersihan dan ketertiban kota untuk menjaga daya tarik investasi, pariwisata, hingga produktivitas kawasan perdagangan dan jasa.
Tak hanya soal jadwal angkut, DLH juga menyoroti kondisi TPS yang semrawut, berlumpur, dan meninggalkan sisa sampah setelah pengangkutan. Banyaknya bin penampungan rusak turut memperparah kondisi karena sampah kerap tercecer ke jalan.










