IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengingatkan bahwa perekonomian global saat ini berada dalam posisi yang stabil tetapi rapuh, meski sejumlah indikator menunjukkan pergerakan positif.
Menurutnya, dunia masih berada pada fase transisi yang penuh ketidakpastian, terutama karena pemulihan global tidak berlangsung merata dan masih dibayangi berbagai risiko eksternal.
Mahendra menjelaskan bahwa salah satu penopang stabilitas saat ini adalah menguatnya kembali aktivitas manufaktur di negara-negara maju. Selain itu, arah kebijakan moneter global mulai bergeser menjadi lebih akomodatif, seiring sejumlah bank sentral melakukan penyesuaian suku bunga untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa faktor-faktor tersebut belum cukup kuat untuk memastikan prospek pemulihan global yang benar-benar solid.
“Proses pemulihan masih berjalan, tetapi perdagangan dunia cenderung mendatar dan konsumsi global tetap tertahan. Ini membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi global belum sepenuhnya meyakinkan,” ujar Mahendra dalam jumpa pers mengumumkan hasil rapat Dewan Komisioner Bulanan pada Kamis (11/12/2025) pagi.
Lebih jauh, Mahendra memaparkan bahwa pasar keuangan internasional masih bergerak hati-hati karena sejumlah tekanan eksternal yang muncul sepanjang tahun. Risiko fiskal Amerika Serikat menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar, khususnya setelah negara tersebut mengalami penutupan pemerintahan (government shutdown) selama 43 hari, yang mengguncang persepsi terhadap stabilitas fiskal dan keandalan kebijakan ekonomi AS.










