Negeri Kaya yang Terlalu Sibuk Mengurus Izin Menjadi Kaya (1 – 5)

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Indonesia bukan negara gagal. Kita memiliki pemerintahan yang berfungsi, masyarakat yang dinamis, demokrasi, dunia usaha, kelas menengah, dan kemampuan bertahan menghadapi krisis.

Namun untuk keluar dari pertumbuhan yang terlalu betah di sekitar 5 persen, kita membutuhkan lebih dari sekadar proyek baru.

Kita perlu memperkuat persaingan, menjamin kepastian hukum, membuka kesempatan bagi usaha baru, menghubungkan investasi dengan transfer teknologi, serta menilai pembangunan berdasarkan hasilnya bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OPINI: Ketika Penguji UKW Mengangkangi KEJ yang Diajarkannya

Negara juga harus berani menghentikan program yang gagal. Sebab program pemerintah di Indonesia kadang tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya berganti nama, logo, dan unit penanggung jawab.

Indonesia memiliki modal besar untuk maju. Yang harus dijaga adalah agar kekayaan alam tidak berhenti menjadi rente, bonus demografi tidak berubah menjadi antrean pencari kerja, dan hilirisasi tidak berhenti pada cerobong pabrik.

Kita sudah memiliki jalan menuju Indonesia Emas.

Tinggal memastikan jalan itu tidak memiliki terlalu banyak gerbang — apalagi gerbang yang menghambat.

Jakarta, 5 Oktober 2026

LDT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *