Negeri Kaya yang Terlalu Sibuk Mengurus Izin Menjadi Kaya (1 – 5)

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Apakah terjadi transfer teknologi? Apakah tenaga kerja lokal naik kelas? Apakah perusahaan nasional masuk ke rantai pasok? Apakah kegiatan riset berkembang? Apakah masyarakat di sekitar kawasan ikut sejahtera?

Kalau mineral mentah hanya berpindah beberapa kilometer dari tambang menuju pabrik sebelum diekspor, kita memang sudah bergerak. Tetapi belum tentu sudah bertransformasi.

Hilirisasi yang sesungguhnya bukan hanya menaikkan kadar mineral. Ia juga harus menaikkan kadar pengetahuan, keterampilan, teknologi, dan kemampuan perusahaan Indonesia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Keamanan Bukan Lagi Sekadar Kamtibmas, Kapolda Kepri Jadikan Secure Kepri Fondasi Investasi

Mengapa Perubahan Sering Terhambat?

Institusi ekstraktif bertahan bukan selalu karena pengambil keputusan tidak memahami manfaat reformasi. Kadang-kadang mereka justru sangat memahaminya.

Masalahnya, reformasi dapat mengurangi kekuasaan dan keuntungan pihak yang selama ini menikmati keadaan lama.

Penyederhanaan izin merugikan orang yang hidup dari kerumitan izin. Keterbukaan data mengganggu mereka yang memperoleh manfaat dari ketertutupan. Persaingan mengancam perusahaan yang nyaman karena terlindungi.

Karena itu, perubahan ekonomi hampir selalu merupakan perubahan kekuasaan.

Membuat aplikasi perizinan dapat diselesaikan beberapa bulan. Menghilangkan kepentingan yang hidup bertahun-tahun dari perizinan membutuhkan keberanian politik dan konsistensi jauh lebih lama.

BACA JUGA:  Menangkal Disinformasi Perbatasan: Membedah Tiga Gagasan Taktis Irjen Pol Andry Wibowo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *