Negeri Kaya yang Terlalu Sibuk Mengurus Izin Menjadi Kaya (1 – 5)

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Jangan Hanya Mengukur yang Mudah Dihitung

Kita juga gemar mengukur pembangunan melalui jumlah kegiatan, proyek, anggaran, dan investasi.

Semua itu perlu, tetapi belum cukup.

Bacaan Lainnya

Anggaran dapat terserap tanpa masalah selesai. Jalan dapat selesai tanpa biaya logistik turun. Kawasan industri dapat dibangun tanpa industri domestik berkembang. Pelatihan dapat diikuti ribuan orang tanpa seorang pun memperoleh pekerjaan lebih baik.

BACA JUGA:  Mengejar Pertumbuhan 6 Persen: Strateginya Ada, Tinggal Memastikan Mesinnya Bergerak (3-Habis)

Sering kali yang mudah dihitung bukanlah yang paling penting.

Keberhasilan pembangunan seharusnya juga dinilai dari:

peningkatan produktivitas;

kenaikan upah riil;

terciptanya pekerjaan berkualitas;

tumbuhnya perusahaan baru;

berkembangnya pemasok domestik;

dan meningkatnya mobilitas sosial.

Kalau hanya mengukur uang yang dibelanjakan, kita dapat sangat berhasil menghabiskan anggaran tanpa pernah benar-benar menyelesaikan persoalan.

Indonesia Tidak Dikutuk Tumbuh Lima Persen

Pesan terpenting Why Nations Fail sebenarnya optimistis. Ketertinggalan bukan takdir. Institusi dibuat manusia dan karena itu dapat diperbaiki manusia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *