Mesin Transformasi Indonesia Harus Dinyalakan (5-Habis)

Menyalakan Mesin Transformasi

Keluar dari middle-income trap tidak cukup dengan mengejar angka pertumbuhan yang lebih tinggi melalui penambahan modal, proyek, dan anggaran. Indonesia harus mengubah struktur ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan perusahaan inovatif, memperluas pekerjaan berkualitas, dan memperkuat kemampuan negara.

Lima tulisan dalam rangkaian ini membawa satu kesimpulan.

Bacaan Lainnya

Kekayaan alam memberi kesempatan, tetapi tidak menjamin kemajuan. Manusia menyediakan kemampuan, tetapi kemampuan dapat terbuang jika tidak memperoleh ruang. Geografi menciptakan tekanan, tetapi tekanan dapat melahirkan daya juang atau sekadar keluhan. Institusi mengorganisasikan seluruhnya, tetapi institusi hanya berguna jika mampu menghasilkan tindakan.

BACA JUGA:  OPINI: Bertaruh Nasib di Batam: Bumi Semua Bangsa

Karena itu, agenda Indonesia bukan sekadar menambah rencana. Agenda sesungguhnya adalah membangun mesin transformasi yang mampu belajar, memilih prioritas, mengoordinasikan tindakan, mendisiplinkan penerima dukungan, mengoreksi kegagalan, dan mengukur keberhasilan berdasarkan produktivitas serta kesejahteraan.

Indonesia tidak akan keluar dari middle-income trap hanya dengan bekerja lebih keras menggunakan cara lama. Sebab berlari lebih cepat di atas treadmill tetap tidak membawa siapa pun ke tempat baru.

Negara, perusahaan, dan manusia Indonesia harus mampu bekerja dengan cara yang lebih produktif.

Bukan sekadar lebih banyak bekerja. Bukan sekadar lebih besar membelanjakan. Bukan sekadar lebih cepat membangun. Namun, lebih tepat memilih, lebih disiplin menjalankan, lebih berani mengoreksi, dan lebih produktif menciptakan nilai.

BACA JUGA:  Menangkal Disinformasi Perbatasan: Membedah Tiga Gagasan Taktis Irjen Pol Andry Wibowo

Itulah mesin transformasi yang harus dinyalakan.

Jakarta, 15 September 2026

LDT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *