Literasi Keuangan Syariah Capai 43,07%, tetapi Inklusi Baru 13,4%, OJK Ungkap Tantangannya

Ia mencontohkan pembiayaan kepemilikan rumah berbasis syariah yang saat ini diminati berbagai kalangan, termasuk masyarakat non-Muslim.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa produk keuangan syariah memiliki peluang pasar yang lebih luas apabila mampu menawarkan manfaat dan kualitas layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

“Ketika satu produk syariah itu bagus, yang menggunakan tidak hanya orang Muslim, tetapi semua agama juga senang menggunakannya,” kata Kiki.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Perkuat Ekonomi Nasional, OJK Gelar Risk and Governance Summit 2025

Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi Global

Di tengah tantangan rendahnya inklusi, Indonesia sebenarnya memiliki modal kuat untuk meningkatkan daya saing dalam industri ekonomi syariah dunia.

Berdasarkan Global Islamic Economy Indicator Score 2025-2026, Indonesia berada di peringkat keempat. Posisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mengejar posisi teratas di tingkat global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *