“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat. Sejak awal kejadian, seluruh tim PLN Batam bekerja siang dan malam dengan fokus utama memulihkan sistem kelistrikan Batam-Bintan,” ujar Kwin Fo.
Pemulihan Listrik Dilakukan Bertahap
PLN Batam segera melakukan pemeriksaan, mengisolasi gangguan, dan membangun kembali sistem kelistrikan secara bertahap.
Hingga Senin (12/10) pukul 22.00 WIB, sekitar 60 persen pelanggan di Batam telah kembali mendapatkan pasokan listrik. Selanjutnya, pada Selasa (13/10) pukul 01.00 WIB, hampir seluruh pelanggan Batam kembali menikmati aliran listrik, meskipun pemulihan sejumlah unit pembangkit masih berlangsung.
Sementara itu, pasokan listrik di Bintan berhasil dipulihkan sepenuhnya pada Rabu (14/10) pukul 18.30 WIB.
Transfer daya melalui kabel laut dilakukan setelah sistem Batam dinilai memiliki kestabilan dan cadangan daya yang memadai.
Kwin Fo menegaskan, pemulihan pasokan ke Bintan dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis untuk menjaga kestabilan sistem secara keseluruhan.
“Pemulihan ke Bintan dilakukan murni berdasarkan pertimbangan teknis, bukan karena perbedaan prioritas pelayanan. Kami harus memastikan sistem Batam cukup stabil sebelum melakukan transfer daya agar tidak memicu gangguan meluas kembali,” jelasnya.
Selain memulihkan pasokan, PLN Batam melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab gangguan dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan.
Dalam evaluasi awal, PLN Batam mengungkap sejumlah temuan, di antaranya dugaan hewan liar sebagai pemicu flashover yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, hasil pengujian peralatan proteksi yang menunjukkan fungsi normal, serta pagar pengaman bertegangan listrik yang tidak aktif saat kejadian.











