Ketika Modal Menjadi Pemilih (2-Habis)

Lukita Dinarsyah Tuwo
Lukita Dinarsyah Tuwo

Dengan cara itu, investor memperoleh kepastian informasi, sementara pemerintah dapat menentukan kapan harus mendorong ekspor, menjaga pasokan domestik, atau melindungi daya beli.

Kelima, memperbaiki tata kelola pasar modal.

Transparansi kepemilikan, transaksi pihak terafiliasi, kualitas keterbukaan informasi, pengawasan perusahaan efek, dan penindakan manipulasi harus diperkuat. Investor besar membutuhkan governance. Investor kecil membutuhkan perlindungan. Pasar yang sehat membutuhkan keduanya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OPINI: Sahabat Pena, Ketika Perangko Menjadi Jembatan Hati

Keenam, mengubah promosi investasi menjadi pelayanan investor berdasarkan skala.

Investor besar membutuhkan penyelesaian proyek lintas kementerian. Investor menengah membutuhkan akses pembiayaan, kawasan industri yang efisien, dan kepastian kontrak. Investor kecil membutuhkan informasi, perlindungan, dan instrumen yang mudah dipahami. Satu kebijakan tidak dapat digunakan untuk semua jenis investor.

Modal Akan Datang kepada Negara yang Dapat Dipercaya

Dalam situasi global sekarang, Indonesia tidak perlu menjanjikan bahwa investasi akan bebas risiko.

Janji seperti itu tidak dipercaya.

Yang perlu dibuktikan adalah bahwa risikonya diketahui, dapat dihitung, dibagi secara adil, dan dikelola secara konsisten.

Investor besar takut pada ketidakpastian. Investor menengah takut pada terganggunya arus kas. Investor kecil takut kehilangan tabungan.

BACA JUGA:  OPINI: Menjemput Pikiran, Menenun Kedaulatan: Strategi "Brain Gain" dalam Asta Cita

Tugas pemerintah bukan menghilangkan seluruh ketakutan tersebut. Itu tidak mungkin. Tugas pemerintah adalah membangun sistem yang membuat risiko tidak berubah menjadi kejutan. Karena etika uang murah pulang, modal tidak berhenti bergerak.

Modal hanya menjadi lebih pemilih.

Dan dalam dunia yang semakin pemilih, negara yang menang bukan selalu negara yang menawarkan keuntungan paling tinggi.

Negara yang menang adalah negara yang paling dapat dipercaya.

Jakarta, 21 September 2021
LDT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *