OPINI : Jalan Keadilan Menuju Nias: Satu Hari Bersama Menteri PU Dody Hanggodo

Oleh: Ilham Mendrofa
Kepala BSN DPP Partai Demokrat

Ada jalan yang dibangun dengan aspal. Ada pula jalan yang dibangun oleh ingatan. Dan Nias mengenal keduanya.

Dua puluh tahun lalu, ia pernah datang ke pulau ini tapi bukan sebagai menteri. Ia hadir sebagai Manager Regional IV Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD–Nias, ketika tanah masih menyimpan trauma gempa dan tsunami. Rumah-rumah runtuh. Jalan-jalan terputus. Yang tersisa bukan hanya puing, melainkan pertanyaan : bagaimana negara hadir setelah bencana selesai diberitakan?

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OPINI: Memahami Data Pengangguran di Provinis Kepri

Barangkali karena itu, ketika Dody Hanggodo kembali hari ini sebagai Menteri Pekerjaan Umum, kunjungan itu terasa lebih dari sekadar agenda pemerintahan. Ada sesuatu yang datang bersama waktu, yaitu ingatan.

Ia berdiri di Km 47, Desa Sindrondro, Kecamatan Bawolato. Sebidang jalan nasional yang dimakan longsor. Sungai Mola menggerus kaki bukit, hujan menekan tanah yang rapuh, dan geologi mengingatkan manusia bahwa alam selalu memiliki logikanya sendiri.

Jalan itu tampak sederhana. Hanya hamparan aspal yang retak di beberapa bagian. Tetapi sesungguhnya ia memikul lebih banyak daripada kendaraan yang melintas. Dari sanalah hasil kebun bergerak menuju pasar. Dari sanalah anak-anak berangkat ke sekolah. Dari sanalah orang sakit berharap tiba di rumah sakit sebelum terlambat.

BACA JUGA:  Wagub Kepri Lepas Kontingen Pesparawi ke Papua Barat, Nyanyang Haris Pratamura Optimistis Raih Prestasi Nasional

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *