Namun, setiap opsi membutuhkan kajian dari sisi biaya, waktu pembangunan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan air Batam yang terus bertambah.
Pembangunan waduk baru, misalnya, memerlukan waktu cukup panjang sebelum dapat dimanfaatkan secara optimal. Menurut Amsakar, proses pembentukan air tawar pada waduk baru dapat membutuhkan waktu sekitar lima tahun, disertai kebutuhan investasi yang tidak sedikit.
Karena itu, BP Batam perlu mempertimbangkan berbagai alternatif secara matang agar pengembangan sumber air baku dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Teknologi SWRO Dipertimbangkan untuk Kebutuhan Industri
Alternatif lainnya adalah pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yakni teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar melalui proses penyaringan menggunakan membran.
Amsakar mengatakan, penerapan SWRO menjadi salah satu referensi yang dapat dipertimbangkan BP Batam untuk menambah kapasitas pasokan air, terutama bagi kebutuhan dunia usaha dan sektor industri.
Meski demikian, pemanfaatan teknologi tersebut perlu mempertimbangkan struktur biaya produksi dan kemampuan pelanggan dalam membayar tarif air.











