Kadin Perkuat Rantai Pasok Industri, UMKM Desa Dibidik Masuk Pasar Global

“Saya dapat sampaikan di sini bahwa Indonesia continues to be the bright spot,” ujarnya.

Anindya juga melihat masih terdapat potensi pertumbuhan dari sektor riil yang belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja perusahaan-perusahaan Indonesia di pasar modal.

Potensi tersebut menjadi peluang bagi dunia usaha untuk memperluas investasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Ketua BPI KPNPA RI Desak Kapolda Sumut Tuntaskan Kasus Mafia Tanah

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Rapimnas Kadin Indonesia 2026, Erwin Aksa, mengungkapkan Indonesia memiliki sekitar 60 juta UMKM yang berperan penting dalam menyerap tenaga kerja. Namun, sebagian besar pelaku usaha tersebut masih berada pada skala mikro.

Kondisi itu menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat pemasaran, serta membuka akses UMKM terhadap rantai pasok industri yang lebih luas.

“Karena itu, dunia usaha bertekad berdiri bersama pemerintah untuk memperluas lapangan pekerjaan, mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan merata,” kata Erwin.

Ia berharap berbagai pokok pikiran dan rekomendasi yang dihasilkan dalam Rapimnas Kadin Indonesia 2026 dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan pengembangan dunia usaha.

BACA JUGA:  RUU Satu Data Indonesia Dijadwalkan Disahkan 29 September 2026

Melalui forum tersebut, Kadin ingin mendorong agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari peningkatan investasi dan aktivitas industri, tetapi juga dari semakin besarnya keterlibatan UMKM, terbukanya lapangan kerja, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *