Kadin Perkuat Rantai Pasok Industri, UMKM Desa Dibidik Masuk Pasar Global

Model tersebut antara lain melalui skema inclusive closed loop, kemitraan inti-plasma dalam produksi, pengembangan pasokan industri dan rantai pasok, hingga kemitraan distribusi yang melibatkan pelaku usaha ritel dan vendor lokal di kawasan industri.

Melalui pendekatan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya menjadi pelaku usaha berskala kecil, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem industri yang menghasilkan nilai tambah dan memperkuat produk dalam negeri.

Anindya menambahkan, Rapimnas Kadin 2026 akan membahas tiga kerangka utama untuk memperkuat ketahanan dan daya saing dunia usaha.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Dinas Koperasi UKM dan Ikatan Notaris Kepri Siap Fasilitasi Akta Pembentukan Koperasi Merah Putih

Ketiganya mencakup penyediaan bantalan ekonomi dalam menghadapi potensi krisis, ketersediaan bahan baku bagi produksi rakyat, serta kepastian berusaha bagi perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia.

Kadin juga mendorong penguatan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha melalui konsep Indonesia Incorporated. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi sekaligus menciptakan iklim investasi yang mendukung pertumbuhan industri nasional.

“Kami berharap apa yang disampaikan Pak Presiden di dalam konsep besar yaitu Indonesia Incorporated, di mana dunia usaha dan pemerintah berdampingan untuk menjaga kedaulatan bangsa Indonesia bisa tercapai,” katanya.

Di tengah dinamika perekonomian global dan tekanan harga energi dunia, Anindya menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan daya tahan.

BACA JUGA:  OJK Bongkar Dugaan Manipulasi IPO PT BEBS, Harga Saham Melonjak 7.150 Persen

Ia menyebut Indonesia tetap memiliki peluang untuk menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi yang menarik di tengah ketidakpastian global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *