Jemari Kerja, Harapan Baru Pemuda Kepri Menembus Dunia Kerja

Di sinilah Jemari Kerja diharapkan mengambil peran lebih besar. Bukan sekadar menjadi tempat mencari informasi lowongan, melainkan penghubung antara pencari kerja, lembaga pelatihan, institusi pendidikan, dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensinya.

Menghubungkan Potensi Pemuda dengan Kebutuhan Industri

Kepulauan Riau memiliki karakteristik ekonomi yang beragam. Sebagai provinsi maritim yang berbatasan dengan negara tetangga, Kepri memiliki kawasan industri, sektor pariwisata, perdagangan, serta berbagai aktivitas ekonomi yang membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan berbeda.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Ombudsman Sebut Pekerja Kelompok 'Miskin' Lebih Memilih Beras Ketimbang Bayar Iuran BPJS

Potensi tersebut menjadi peluang besar bagi generasi muda lokal. Namun, peluang itu perlu diimbangi dengan sistem informasi ketenagakerjaan yang mudah diakses dan mampu mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kompetensi tenaga kerja yang tersedia.

Khairil menilai, Jemari Kerja dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkecil jarak antara pencari kerja dan dunia usaha.

Melalui akses informasi yang terintegrasi, anak muda diharapkan tidak hanya mengetahui lowongan yang tersedia, tetapi juga memahami kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan dan keterampilan yang perlu mereka tingkatkan.

“Jemari Kerja jangan hanya menjadi aplikasi penyedia informasi, tetapi harus mampu menjadi jembatan antara pencari kerja, lembaga pelatihan, dan perusahaan. Harapannya, anak-anak muda Kepri tidak hanya mendapatkan informasi lowongan, tetapi juga memperoleh akses terhadap pelatihan dan pemagangan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tegasnya.

BACA JUGA:  Ucapkan Hari Kenaikan Yesus Kristus, Wagub Kepri Nyanyang Ajak Jaga Nilai-nilai Persaudaraan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *