Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Arluks Agency Batam yang turut menghadirkan koleksi produk kreatif terbaru. Keterlibatan agensi kreatif tersebut menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif semakin terintegrasi dalam strategi pemasaran industri perhotelan modern.
Dari perspektif ekonomi makro daerah, geliat industri hospitality di Batam memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau.
Sebagai kawasan perdagangan bebas (free trade zone) yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Batam memiliki keunggulan kompetitif dalam menarik wisatawan mancanegara (wisman).
Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi sektor pariwisata dan jasa terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri terus mengalami peningkatan. Kehadiran hotel-hotel baru, termasuk FOX Nagoya Batam, menjadi bagian dari investasi sektor jasa yang memperkuat ekosistem pariwisata dan bisnis.
Secara ekonomi, peningkatan jumlah kamar hotel dan fasilitas pendukung akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas akomodasi wisatawan. Hal ini menjadi krusial dalam mengantisipasi lonjakan kunjungan, terutama menjelang berbagai agenda nasional maupun internasional yang kerap digelar di Batam.
Selain itu, strategi promosi berbasis event seperti “Road to Grand Opening” mencerminkan perubahan pendekatan dalam industri hospitality, dari sekadar layanan akomodasi menjadi experience-based industry. Hotel tidak lagi hanya menjual kamar, tetapi juga pengalaman, kolaborasi, dan keterlibatan komunitas.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam menarik segmen pasar generasi muda dan wisatawan urban yang cenderung mencari pengalaman unik dan autentik. Kehadiran komunitas cosplay, misalnya, menjadi magnet tersendiri yang mampu meningkatkan trafik pengunjung serta eksposur di media sosial.










