Gas Natuna Masuk Batam, Proyek Rp1 Triliun Jadi Kunci Listrik Andal dan Pertumbuhan Industri

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pembangunan pipa gas WNTS–Pemping bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan fondasi kemandirian bangsa. Ia mengaitkan proyek ini dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari lalu.

“Inti arahan Presiden adalah membangun kemandirian bangsa. Implementasinya adalah ketahanan energi, ketahanan pangan, dan ketahanan nasional,” tegas Amsakar.

Menurutnya, persoalan energi menjadi tantangan nyata bagi wilayah kepulauan. Ia menyebut masih adanya ironi ketika daerah penghasil sumber daya justru mengalami keterbatasan pasokan.

Bacaan Lainnya

“Sudah 80 tahun merdeka, tetapi masih ada pulau-pulau yang gelap. Ini soal tata kelola energi yang harus kita benahi bersama,” katanya.

Amsakar mengungkapkan, sistem energi Batam saat ini masih mengalami defisit sekitar 25 BBTU, di tengah pertumbuhan kelistrikan yang mencapai 15 persen per tahun. Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan lonjakan investasi.

Pada 2025, target investasi Batam sebesar Rp60 triliun berhasil terlampaui dengan realisasi Rp69,3 triliun atau 115,5 persen. Pertumbuhan investasi sebesar 15,5 persen itu, menurut Amsakar, harus ditopang pasokan energi yang andal.

“Tanpa energi yang cukup dan stabil, Batam akan tersendat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberadaan sembilan proyek data center di Nongsa Digital Park dan Kabil yang membutuhkan pasokan energi besar dan berkelanjutan. Sebagai beranda terdepan Republik Indonesia di wilayah barat, Batam ditargetkan tumbuh 9,5 hingga 10 persen, lebih tinggi dari target nasional 8 persen.

“Target ini tidak mungkin tercapai tanpa jaminan energi. Karena itu, proyek WNTS–Pemping adalah terobosan negara untuk menjaga daya saing Batam dan memperkuat ekonomi nasional,” tegas Amsakar.

Pos terkait