Gas Natuna Masuk Batam, Proyek Rp1 Triliun Jadi Kunci Listrik Andal dan Pertumbuhan Industri

Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut pembangunan pipa gas WNTS–Pemping sebagai momentum penting perubahan arah kebijakan energi nasional. Selama ini, gas dari WNTS lebih banyak dialirkan untuk memenuhi kontrak ekspor.

“Dengan kebutuhan domestik yang meningkat, terutama listrik Batam yang tumbuh 15 persen, kebijakan ini harus kita ubah,” ujarnya.

Djoko menegaskan proyek ini menjadi wujud nyata komitmen negara memprioritaskan gas bumi untuk kepentingan dalam negeri. Selain mengalirkan gas dari West Natuna, pipa ini juga membuka peluang masuknya potensi gas lain dari wilayah Natuna di masa depan.

Bacaan Lainnya

SKK Migas akan mengawal kepastian pasokan gas melalui koordinasi intensif dengan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), guna memastikan investasi besar ini diimbangi jaminan pasokan jangka panjang.

“Kita ingin industri Batam semakin kuat dan berdaya saing global, dengan energi yang andal dan kompetitif,” kata Djoko.

Dengan dimulainya proyek WNTS–Pemping, Batam memasuki babak baru pembangunan energi. Infrastruktur ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penopang investasi, sekaligus simbol keseriusan negara membangun kedaulatan energi dari wilayah perbatasan. (***)

Pos terkait