Sagu Jadi Andalan Ekonomi Desa Panggak Laut Lingga, Produksi Capai 18 Ton per Bulan

IDNNEWS.CO.ID, LINGGA – Komoditas sagu menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Desa Panggak Laut, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Potensi tersebut terus dikembangkan melalui pengelolaan sentra sagu di BUMDes Karya Mandiri.

Kepala Desa Panggak Laut, Agung Yuda P. saat ditemui KE Group pada Selasa (11/8/2026) siang mengatakan bahwa, pengolahan sagu di wilayahnya bukanlah aktivitas baru.

Tradisi tersebut telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Bacaan Lainnya

“Kalau di Desa Panggak Laut, pengolahan sagu ini memang sudah turun-temurun. Untuk yang perorangan, masyarakat memiliki dan mengolahnya secara mandiri,” kata Agung saat peninjauan sentra pembuatan sagu di BUMDes Karya Mandiri bersama rombongan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, aktivitas pengolahan sagu memiliki peran penting bagi masyarakat setempat. Bahkan, hampir 90 persen masyarakat Desa Panggak Laut disebut berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Di desa itu terdapat sekitar 20 kilang atau tempat pengolahan sagu yang menjadi bagian dari rantai produksi komoditas tersebut.

Proses produksi dimulai dari batang sagu yang dipanen dari kawasan hutan. Batang kemudian dipotong menjadi sejumlah bagian, dikupas kulitnya, dibelah, lalu diparut hingga menghasilkan serbuk sagu.

Serbuk tersebut selanjutnya dicampur dengan air untuk memisahkan pati. Campuran kemudian diendapkan dalam wadah yang disebut “ube”.

“Proses pengendapan itu bisa sampai enam jam, sampai airnya benar-benar jernih dan pati sagunya sudah terpisah,” jelas Agung.

Produktivitas sagu sangat bergantung pada kualitas bahan baku. Dalam kondisi tertentu, satu ton produksi dapat membutuhkan sekitar empat batang sagu apabila kualitas pohonnya kurang baik.

Dari sisi produksi, tambahnya, BUMDes Karya Mandiri bersama sentra pengolahan masyarakat mampu menghasilkan sekitar 12 hingga 18 ton sagu per bulan, tergantung kapasitas tempat pengolahan dan ketersediaan bahan baku.

Pos terkait