BI Kepri Perkuat Ekonomi Digital Melalui Cernival 2026, QRIS Jadi Motor Penggerak UMKM dan Pariwisata

Andri juga menilai penguatan sektor ekonomi kreatif harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya Melayu.

“Tradisi dan kearifan lokal Melayu harus mampu berpadu dengan perkembangan teknologi digital sehingga menghasilkan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kepri, lanjutnya, berkomitmen terus memberikan dukungan kepada pelaku ekonomi kreatif agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BP Batam Tinjau Proyek PURI: Sinyal Positif untuk Pasar Properti Batam

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, mengatakan Cernival 2026 merupakan agenda tahunan Bank Indonesia yang menggabungkan promosi digitalisasi sistem pembayaran dengan pengembangan UMKM, literasi keuangan digital, hingga hiburan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan masyarakat menggunakan transaksi nontunai melalui QRIS.

“Melalui bazar UMKM, pasar malam modern, seminar literasi keuangan digital, hingga berbagai kompetisi kreatif, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat transaksi digital yang cepat, aman, dan efisien,” ujarnya.

Ardhienus menjelaskan perkembangan QRIS di Kepulauan Riau menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan.

Sepanjang tahun 2025, volume transaksi QRIS di Kepri mencapai 99,44 juta transaksi, atau tumbuh 163,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Hadiri International Vegan Festival 2025, Hendra Asman Ajak Masyarakat Hidup Sehat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *