“Batam bukan milik kelompok tertentu. Batam milik semua warga negara Indonesia yang ingin berkontribusi membangun daerah ini,” ujarnya.
Rikson pun mengajak masyarakat tetap kritis namun tidak terprovokasi. “Rakyat butuh solusi, bukan ancaman pulang kampung,” tutupnya. (***)










