Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Beterbangan, Warga Diminta Waspada

Abu Vulkanik Berisiko Ganggu Kesehatan

Selain berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan pendidikan, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman, mengatakan abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.

“Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu masyarakat perlu mengurangi paparan, terutama pada kelompok rentan,” kata Aji.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Wacana Pembatasan Minimarket Dinilai Perlu Kajian Matang, Apindo Batam Ingatkan Dampak Tenaga Kerja dan Persaingan Usaha

Partikel halus seperti PM2,5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu inflamasi serta gangguan kardiopulmonal yang berkaitan dengan jantung dan paru-paru.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Sejauh ini, Kemenkes mencatat adanya kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di Banten, Lampung, dan Jawa Barat. Namun, untuk pneumonia belum ditemukan pola peningkatan yang seragam di seluruh wilayah terdampak.

Aji mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.

BACA JUGA:  POJK 10/2026 Berlaku, OJK Dukung Pengendalian Emisi dan Pengembangan Bursa Karbon

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker N95, KN95, KF94, FFP2, atau yang setara untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

SUMBER: KOMPAS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *